Jerman adalah salah satu negara Eropa yang paling banyak diminati oleh mahasiswa internasional. Selain kualitas pendidikannya yang tinggi, Jerman juga dikenal dengan biaya kuliah yang sangat terjangkau, bahkan nyaris gratis di banyak universitas negeri. Tapi bagaimana jika kamu ingin kuliah di sana namun kemampuan bahasa Inggrismu belum maksimal?
Tenang, Jerman memiliki program persiapan khusus bernama Studienkolleg. Program ini dirancang untuk siswa internasional yang ingin mempersiapkan diri secara akademik dan bahasa sebelum masuk ke universitas. Di sinilah kamu bisa memperkuat bahasa Inggris atau bahkan belajar bahasa Jerman dari awal. Jadi, kuliah di luar negeri tapi bahasa Inggris pas-pasan, apa bisa? Di Jerman, jawabannya: bisa banget.
Selain itu, banyak program internasional berbahasa Inggris yang tidak mensyaratkan skor tinggi dalam IELTS. Beberapa universitas bahkan membolehkan kamu masuk tanpa sertifikat IELTS, asal kamu punya bukti bahwa kamu pernah belajar dalam bahasa Inggris, misalnya surat dari sekolah. Hal ini membuat syarat kuliah di luar negeri jadi lebih fleksibel, terutama untuk jurusan teknik, IT, atau ekonomi.
Prancis dikenal sebagai negara seni dan budaya, namun sistem pendidikannya juga sangat ramah terhadap mahasiswa internasional. Banyak orang mengira kuliah di Prancis harus fasih berbahasa Prancis, padahal kenyataannya banyak program S1 dan S2 yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
Banyak universitas di Prancis menyediakan kelas persiapan bahasa sebelum perkuliahan dimulai. Ini sangat cocok untuk kamu yang merasa bahasa Inggris pas-pasan, karena kamu diberi waktu untuk belajar dan beradaptasi. Beberapa universitas juga hanya meminta surat keterangan dari sekolah bahwa kamu pernah belajar dengan bahasa Inggris, bukan sertifikat IELTS resmi. Jadi, jika kamu bertanya kuliah di luar negeri tapi bahasa Inggris pas-pasan, apa bisa?, Prancis bisa menjadi pilihan ideal.
Baik di Jerman maupun Prancis, banyak universitas telah mendesain kurikulum mereka agar ramah untuk mahasiswa internasional. Mulai dari materi kuliah yang jelas, dosen yang terbiasa mengajar siswa dari berbagai negara, hingga dukungan akademik tambahan, semua bertujuan agar mahasiswa yang masih dalam proses adaptasi bisa mengejar ketertinggalan, termasuk dalam hal bahasa.
Kamu juga akan belajar banyak kosakata akademik secara langsung dari konteksnya, yang akan sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan bahasa Inggris kamu. Jadi, meskipun kamu memulai dengan keterbatasan, proses belajar itu sendiri akan membentuk kemampuan barumu.
Jika kamu masih merasa belum siap, kamu bisa mulai sekarang dengan beberapa tips belajar bahasa Inggris yang sederhana namun efektif. Misalnya, menonton film atau video YouTube dengan subtitle Inggris adalah cara ringan namun ampuh untuk meningkatkan kemampuan listening dan speaking. Setelah itu, coba tonton tanpa subtitle untuk melatih pemahaman.
Selain itu, kamu bisa menggunakan aplikasi belajar bahasa seperti Duolingo atau Memrise untuk belajar setiap hari. Bahkan, kamu juga bisa bergabung dengan komunitas belajar bahasa Inggris online yang saat ini cukup banyak di media sosial. Jika kamu menargetkan skor tertentu untuk memenuhi IELTS minimal kuliah luar negeri, kamu bisa ikut kursus persiapan singkat.
Yang paling penting adalah konsisten. Belajar sedikit tapi rutin jauh lebih efektif dibanding belajar banyak tapi hanya sesekali. Jadi, meskipun kamu merasa kemampuanmu sekarang masih pas-pasan, itu bukan halangan untuk mengejar mimpi.
Tak kalah penting dari persiapan akademik dan bahasa adalah membayangkan seperti apa kehidupanmu nanti di negara tujuan. Di Jerman, kamu akan menemukan banyak komunitas pelajar Indonesia, biaya hidup yang relatif terjangkau, serta sistem transportasi umum yang efisien. Banyak kota di Jerman juga menyediakan makanan halal dan kegiatan keagamaan, jadi kamu tidak akan merasa sendirian.
Sementara itu, di Prancis, kamu bisa merasakan kehidupan di tengah budaya Eropa yang elegan dan dinamis. Beberapa kota seperti Paris, Lyon, dan Toulouse menjadi pusat pendidikan tinggi dengan lingkungan internasional yang sangat aktif. Mahasiswa internasional juga mendapat banyak fasilitas seperti bantuan sewa tempat tinggal dan akses kesehatan dari pemerintah Prancis. Jadi, meski kamu datang dengan kemampuan bahasa Inggris yang belum sempurna, lingkungan sekitar akan sangat membantu proses adaptasimu.
Author
Hasyifa